Iseng iseng googling pake keyword dealesta, ketemu postingan pertanyaan yang pernah aku kirim ke milis Watermarking World di awal 2003. Sebuah pertanyaan yang akhirnya membantuku menyelesaikan skripsi S1ku di Ilmu Komputer UGM.
Skripsi yang pernah aku bikin dulu membahas tentang penerapan teknologi watermarking pada citra berwarna. Teknisnya watermark disisipkan pada domain DCT dari citra tersebut. Idenya sebenernya dari paper M. Barni, F. Bartolini, V. Cappellini dan A. Piva dengan judul A DCT-domain system for robust image watermarking. Bedanya aku pake citra berwarna untuk prakteknya.
Salah satu langkah dalam teknik ini adalah penyisipan watermark pada domain DCT, disinilah scanning zigzag diperlukan. Berhubung dulu implementasi skripsinya pake matlab, fungsi scan Zigzag ga ada, akhirnya aku coba bikin procedure scan zigzag sendiri seperti yang aku tulis di milis Watermarking World.
Tapi cara ini memberikan hasil yang kurang memuaskan, artinya waktu eksekusinya lama sekali…:( Nunggu beberapa balasan pada milis ini akhirnya ada jawaban yang cukup menggembirakan dari Cagatay Candan. Dia bilang begini :
As you have said matlab is slow when it comes to looping. To avoid looping I generate a zig-zag scan matrix once
(at any dimensions), store its values in zig-zag routines and use these routines at later executions.
Idenya aku pikir cukup kreatif dalam mensiasati sifat dari Matlab. Akhirnya setelah dicoba diimplementasikan dalam Matlab hasilnya cukup memuaskan.
Teknisnya baca selengkapnya disini: Implementasi Teknik Watermarking Digital pada Domain DCT untuk Citra Berwarna (1,32MB)
@Rusnawi
Sebenernya pemilihan koefisien tersebut dipengaruhi sifat asli dari koefisien DCT.Hasil pengurutan ini zigzag dari koefisien DCT ini akhirnya terurut mulai dari Most Significant Bits (MSB) sampai akhirnya Least Significant Bits (LSB). Jika koefisien2 tersebut mengalami perubahan (baca: penyisipan watermark) efeknya terhadap gambar aslinya berbeda.
Contohnya perubahan pada koefisien2 MSB, mengakibatkan distorsi yang lebih terlihat pada gambar aslinya dibanding perubahan yang sama pada koefisien LSB. Tetapi disisi lain perubahan pada koefisien MSB lebih tahan terhadap serangan (baca: resizing, noising, dll)dibanding pada LSB. Oleh karena itu pemilihan koefisien yang tepat sehingga gambar aslinya tidak terdistorsi, dan cukup kuat bertahan terhadap serangan adalah kunci dari metode penyisipan watermarking ini.
Semoga membantu.
tolong jelasin dong sis. pemilihan koefisien DCT hasil pengurutan zigzag dari L+1 sampai L+n..
bagaimana metoda tersebut dalam memilih koefisien?
ka”…….boleh minta tolong gak,,,…kebetulan q ambil penyisipan algoritma barni…..itu gimana ya mbak,,,,,penyisipannya…..pa cuma ngrubah dengan rumus yang dimasukkkan di algoritmanya to……dengan penyipan watermark citra grascale to pa…..
tolong….ya mabak..
for replay : aldida_fathan@yahoo.co.id
nanya lagi ka
tolong kasih penjelasan lebih dong kk algoritma pada bagian :
hitung DCT pada komponen Y dan urutin secara zigzag > bangkitkan pseudo number sequence sbg watermark > pilih koefisien DCT dari L+1 sampai L+n > sisipkan watermark ke koefisien terpilih.
thx yo k..
Kebetulan sekali…
Saya malah lg nulis skripsi yg kebetulan temaNya sama. Skripsi saya “Implementasi Teknik Watermarking pada Domain DCT”… Skrg sudah mau jadi programNya.
Tp sy punya masalah nichh… Sy belum tahu cara memberi tanda pd gmbr yg telah disisipi watermark. Tanda ini akan sy gunakan utk membedakan gmbar yg sudah disisipi dg gmbar orisinilNya. Ada gak cara memberikan tanda yg tahan thd srangan..
Tlg y…. Thx b4
@bagus
hmm kalo menurutku penting banget. singkatnya kira2 gini ketika sebuah citra dtransformasikan dengan DCT maka hasil transformasinya nanti berisi matrix yg elemennya punya pengaruh yg berbeda2 terhadap citra aslinya.. dimulai dari yg sangat berpengaruh sampai dengan yg tidak terlalu berpengaruh.
Kalau dr matrix hasilnya td elemen yg paling berpengaruh (most significant /MS) terletak di sudut kiri atas, sedang yg kurang berpengaruh (least significant /LS) ada di kanan bawah. dengan urutan dr MS ke LS berurutas secara zigzag.
kk.. sebenernya scan zigzag fungsinya untuk apa sih..?? seberapa penting perannya dalam teknik watermark DCT..?? thx²..
bagus.strikesback@yahoo.com
mending pake matlab aja mas, pasti bisa@yadi
Saya sedang mengerjakan tugas keamanan data dengan watermarking. Pada awalnya, saya menggunakan LSB, tetapi tidak begitu bagus sehingga saya mencoba menggunakan DCT. Saya sudah mengerjakan kodenya dengan Matlab sampai kepada transformasi DCT citra host, tetapi saya terbentur pada saat penyisipan bit sebelum proses dekuantisasi..
Saya sangat mengharapkan bantuan anda. Kalo boleh saya mengharapkan kodenya. Terserah anda apakah dari proses penyisipan bit ataupun seluruh source codenya..Tolong banget ya..
email saya : panji.putra@gmail.com
atas perhatian anda, saya ucapkan terima kasih
Saya minta bantuan.
kebetulan sedang TA penyisipan file citra grayscale ke dalam file suara.
gimana algoritma ubah dari matriks menjadi baris secara zig-zag…minta tolong.saya pake delphi.
kalo bisa sama source codenya..
email saya : nursyafriady_83@yahoo.com
minta bantuannya dengan sangat..
terima kasih