Welcome to Agra

The Beauty of Taj

The Beauty of Taj


Akhir pekan kemarin, saya berkunjung ke beberapa tempat menarik di Agra, sebuah kota tua di negara bagian Uttar Pradesh (UP). UP terletak di tenggara (timur selatan) ibukota negara India, New Delhi. Bersama Jaipur dan New Delhi, Agra menjadi segitiga tujuan utama pariwisata di India.

Beberapa tempat menarik yang dapat di jumpai di Agra antara lain, adalah The famous one “Taj Mahal”, Agra Fort dan Kompleks Fatehpur Sikri.

Perjalanan di mulai dari Delhi menggunakan kereta express ber AC. Kereta ini serupa dengan kereta eksekutif di Indonesia (seperti Argo Bromo), tetapi dengan tempat duduk lebih banyak, yaitu satu baris terdiri dari 5 tempat duduk. Dengan ukuran kursi yang kurang lebih sama dengan kereta eksekutif di negara kita, kereta api di India memang lebih lebar dari kereta api Indonesia. Perbandingan jarak kedua rel kereta adalah 1.676 mm(5 ft 6 in) versi India dan 1.067 mm (3 ft 6 in) versi Indonesia. Berangkat dari Delhi sekitar pukul 6 pagi, dan sampai di stasiun kota Agra lebih kurang 3 jam kemudian.

Tujuan pertama adalah kompleks Fatehpur Sikri. Sebuah kompleks yang dibangun oleh King Akbar di tahun 1571 untuk menghormati Sheikh Salim Chisti. Fatehpur Sikri adalah ibukota kerajaan Mughal selama kurang lebih 14 tahun, sebelum akhirnya ditinggalkan karena krisis air. Kompleks yang bergaya arsitektur Hindu dan Islam ini berupa kota yang dikelilingi tembok dan beberapa area publik dan area privat, serta gerbang pintu masuk yang cukup megah dengan dominasi warna merah batu alam.

Secara umum kompleks ini dibagi dua bagian, pertama adalah kompleks Akbar Palace, dan kemudian area yang disucikan yaitu kompleks masjid Jami. Kompleks Akbar Palace dilengkapi beberapa macam bangunan dengan fungsinya masing-masing. Misalnya Diwan-i-Aam yang berfungsi sebagai tempat public hearing dan perayaan, Ank Michauli yang ditengarai berfungsi sebagai tempat penyimpanan harta kerajaan dan Panch Mahal yang berbentuk pavilium 5 lantai yang …

Berikutnya adalah Masjid Jami. Area yang berbentuk persegi ini dikelilingi oleh pilar-pilar yang membentuk koridor yang mengelilingi kompleks masjid. Masjid tepatnya berada di bagian barat kompleks ini. Dibagian utara kompleks terdapat makam Sheihk Salim Chisthi yang dibangun dengan memnggunakan marmer putih, cukup kontras dengan warna sekelilingnya yang didominasi warna merah. Di selatan terdapat Buland Darwaza, sebuah gerbang masuk kompleks yang cukup megah (tinggi 54m). Dan di bagian timur adalah Badshahi Darwaza, pintu masuk dari komplek istana Akbar. Untuk masuk kompleks ini kita harus melepas alas kaki di depan gerbang masuk kompleks.

Tujuan kedua adalah mengunjungi “one of famous seven wonders” Taj Mahal. Sebuah monumen yang dipersembahkan Shah Jahan kepada istri tercintanya. Bangunan yang dibuat dengan menggunakan batu marmer ini terlihat sangat megah dan menawan. Dibagian atas terdapat sebuah kubah besar dan 4 buah kubah kecil, dilengkapi dengan 4 buah menara di empat sudutnya. Sebuah bangunan masjid di sebelah kiri, dan guesthouse di sebelah kanan. Didepannya terhampar taman yang sangat cantik dengan rumput hujau serta pohon cemara, dan kolam air panjang yang membentang di sepanjang halamannya. Bentuk yang simetris, menegaskan sebuah maha karya yang sangat artistik. Disekeliling pintu masuk bangunan, dapat kita temukan tulisan kaligrafi yang diambil dari ayat-ayat Quran. Ketika saya mengunjungi tempat ini, cuaca cukup terik, jadi kacamata gelap dan penutup kepala sangat disarankan untuk dibawa. Untuk masuk ke dalam bangunan, kita juga perlu melepas alas kaki, atau memakai semacam sarung alas kaki.

Tujuan terakhir adalah Agra Fort. King Akbar mulai membangun benteng di tepian sungai Yamuna mulai tahun 1565. Beberapa tambahan dilanjutkan oleh cucunya Shah Jahan. Tembok besar yang mengelilingi benteng membentang sepanjang 2,5 km, dilengkapi kanal air yang cukup lebar, sekitar 10 m, dibagian luarnya. Dari tiga gerbang yang ada, sekarang hanya satu yang dibuka. Beberapa bangunan yang terdapat di dalam benteng Agra antara lain: Diwan-e-Am, yang berfungsi sebagai tempat public hearing. Diwan-e-Khas, untuk private hearing. Octagonal Tower, tempat Shah Jahan menghabiskan 7 tahun sisa hidupnya di penjara oleh anaknya Aurangzeb. Moti Masjid dan Mina Masjid, dua masjid yang terletak didalam benteng Agra, dibangun dengan marmer putih. Dari dalam benteng Agra, anda juga dapat melihat kemegahan Taj Mahal di kejauhan.

Waktu sudah menunjukan pukul 17.00, perjalanan di kota Agra akhirnya harus kami akhiri. Sebelum kembali ke stasiun kereta yang akan mengantar kami kembali ke New Delhi, bus yang kami tumpangi berkeliling dulu di seputar kota Agra.

Sekian dulu laporan dari kota Agra, sampai ketemu lagi di lain kesempatan.

8 Comments to “Welcome to Agra”

  1. mia 28 May 2009 at 15:48 #

    wah2 keren banget sich, mau dunk dikirimi gambarnya ke emailq ara_fadilah@yahoo.com. thanks

  2. admin 3 September 2008 at 23:40 #

    Ikutan training yang diadain CAG India. Bonusnya jalan-jalan diberapa situs menarik di India..

  3. Eko SW 1 September 2008 at 02:46 #

    waaah, kesana dalam rangka apa lex. Alhamdulillah. :)

  4. Dhani Boi 28 August 2008 at 01:01 #

    Mas Alex, koq gk ada foto qta seh??
    Dont forget, next destination qta Delhi, Bangalore, Jaipur n’ Australia, haha!!

  5. AwE 27 August 2008 at 22:21 #

    Bujug dah loe kayaknya udah menjadi penghuni cus2 India yang udah mengalami Taj Mahal. Tenang masih ada Mesjid Raya, Lotus Tample, Benteng Merah dsb. Enjoy India and miss Indonesia so much ……..

  6. Enfi 27 August 2008 at 19:55 #

    Fotonya keren2 euy…itu orangnya yg pinter motret ato karena pake kamera barunya yak? ;)

  7. admin 27 August 2008 at 00:01 #

    He he he.. sepertinya begitu..

  8. POPo 26 August 2008 at 10:43 #

    hmm.. jangan lpa oleh2nya bro…
    itu foto pake camdig baru tha? hee…


Leave a Reply